Nilai dan Norma Sosial

Nilai dan norma sosial- Segala tindakan dan sikap manusia di keseharian dibatasi oleh norma dan nilai sosial. Tujuanya sederhana agar tataan kehidupan manusia berjalan dengan tentram dan meminimalisir adanya konflik. Biasanya, norma dan nilai sosial telah diajarkan sejak manusia dilahirkan.

Nilai dan norma sosial akan berada di setiap daerahnya. Namun, ada beberapa hal yang sama misalnya adab menghormati dan bersikap sopan kepada orang tua.

Lalu, adakah perbedaan antara nilai dan norma sosial? Bagaimana hubungan norma dan nilai sosial? Berikut akan Kami bahas mengenai nilai dan norma sosial secara lebih rinci berikut ini.

Pengertian Nilai Sosial

Nilai sosial sendiri dapat dimaknai sebagai nilai yang dianut oleh suatu masyarakat mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat. Nilai sosial menjadi hasil kesepakatan bersama yang telah diakui dan dipatuhi bersama oleh suatu kelompok masyarakat.

Nilai sosial yang berkembang si suatu masyarakat menjadi suatu pedoman hidup. Ia selalu hadir dalam masyarakat dan dipraktikan secara turun temuru dari satu generasi ke generasi di bawahnya.

Nilai sosial sangat diperlukan dalam masyarakat. Hal tersebut disebabkan karena nilai sosial sering kali dijadikan pegangan hidup oleh masyarakat dalam menentukan sikap di kehidupan sehari- hari.

Tidak hanya itu, nilai sosial juga dijadikan sebagai nilai hidup manusia dalam berhubungan dengan manusia lainya. Nilai sosial tidak diperoleh begitu saja ketika baru lahir. Ia didapatkan melalui sistem nilai yang diajarkan oleh orang tua kepada anakanya dengan berbagai penyesuaian.

Ciri- Ciri dan Fungsi Nilai Sosial

Nilai sosial dapat dikenali dan beberapa ciri yang telah dirangkum sebagai berikut :

  • Nilai tercipta secara sosial, dalam artian bahwa nilai merupakan hasil kesepakatan bersama suatu masyarakat guna memenuhi kebutuhan manusia dan mencapai tujuan tertentu,
  • Nilai memiliki cakupan yang luas, meliputi cara berperilaku, adat/kebiasaan, serta kebudayaan.
  • Nilai sosial diwariskan secara turun menurun atau lintas generasi melalui interaksi sosial pada rentang waktu yang relatif lama.
  • Nilai sosial tidak statis, dalam artian seiring berjalannya waktu nilai dapat bergeser, berubah, diperbaharui serta ditinggalkan.
  • Nilai sosial bervariatif antar masyarakat karena adanya perbedaan sistem kebudayaan.
  • Nilai sosial bersifat mengikat individu atau kelompok dalam suatu masyarakat.
  • Tercipta dari proses interaksi antarmanusia secara intensif dan bukan perilaku yang dibawa sejak lahir.
  • Ditransformasikan melalui proses belajar yang meliputi sosialisasi, akulturasi, dan difusi.
  • Terdapat ukuran atau peraturan sosial yang turut memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial.
  • Berbeda-beda pada tiap kelompok manusia.
  • Masing-masing nilai mempunyai efek yang berbeda-beda bagi tindakan manusia.
  • Dapat memengaruhi kepribadian individu sebagai anggota masyarakat.

1. Sebagai Pedoman Berperilaku

Nilai sosial bersisi megenai cara individu bertindak dalam kehidupan sehari- hari sehingga ia dapat diterima dalam masyarakat. Nilai sebagai pedoman berati nilai mengambil fungsi sebagai sumber acuan dan pegangan hidup individu dalam berpikir, bertindak, dan bertingkah laku.

Segala tindakan yang dilakukan individu atas dasar kebebesaan berekpresi harus tetap berpedoman dengan nilai- nilai atau norma yang ada dalam masyarakat, agar tetap terkendali dan tidak merugikan diri ataupun kelompok masyarkat itu sendiri.

2. Sebagai Kontrol Sosial

Nilai sosial terbentuk dari kesepakatan bersama. Oleh sebab itu, nilai bersifat mengikat individu atau kelompok dalam suatu masyarakat.

Nilai memiliki fungsi sebagai pemberi batasan mengenai hal-hal yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Serta, mempertegas perilaku yang dianggap baik dan buruk.

Sehingga, harapannya setiap individu yang tumbuh dalam masyarakat menjadi baik dan tidak berbuat jahat atau menyimpang. Namun, sayangnya nilai-nilai ini terkadang membatasi perkembangan diri.

Misalnya, perempuan tidak boleh sekolah tinggi karena nantinya hanya akan menjadi ibu rumah tangga atau melawan suami. Padahal, perempuan yang sekolah tinggi dapat mendidik anak dengan tepat dan tetap waras dalam menjalani rumah tangga.

3. Sebagai Pelindung Sosial

Nilai sosial diturunkan dari satu generasi ke selanjutnya dalam waktu yang relatif lama. Nilai sosial membawa visi yang luas, yakni dengan mendorong terciptanya keteraturan sosial dalam kehidupan sosial bermasyarakat.

Nilai memiliki fungsi sebagai pelindung sosial yang meminimalisir terjadinya bentuk- bentuk penyimpangan sosial dan memberikan perasaan aman bagi individu atau kelompok dalam suatu masyarakat.

Macam- Macam Nilai Sosial 

1. Nilai Material

Nilai mateial merupak segala sesuatu yang fungsinya dapat dirasakan secara jasmani (unsur fisik). Sebagai contoh batu dapat dimanfaatkan untuk membangun gedung. Oleh sebab itu, batu memiliki nilai material yang dapat dirasakan oleh manusia.

2. Nilai Vital

Nilai vital terdiri dari segala sesuatu yang bermanfaat dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Sebagai contoh, jaket pada musim dingin atau hujan digunakan untuk menghangatkan tubuh.

Namun, di musim panas atau kemarau jaket tidak memiliki nilai atau kegunaannya berkurang. Jaket berdasarkan kegunaannya termasuk dalam benda yang memiliki nilai vital.

3. Nilai Rohani

Nilai rohani meliputi segala sesuatu yang manfaatnya dapat dirasakan secara batin atau rohaniah. Nilai rohani meliputi nilai religius, moral atau kebaikan, keindahan atau estetika, dan kebenaran. Misalnya, setiap individu meyakini sebuah agama atau kepercayaan serta mempraktikkan ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Yang mana ajaran-ajaran yang diimani memberikan kedamaian dan ketentraman dalam hati mereka. Kebebasan memeluk agama atau kepercayaan serta beribadah sesuai dengan ajaran agama menjadi bagian dari nilai rohani.

Pengertian Norma

Norma dapat dimaknai sebagai petunjuk atau arahan dalam bertingkah laku yang harus dilakukan bahkan tidak boleh dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Jika dilanggar akan mendapatkan sanksi tertentu.

Norma juga dapat diartikan sebagai seperangkat aturan yang digunakan oleh masyarakat sebagai pedoman untuk bersikap, berpikir, perasaan, sampai bertindak dan patokan perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Norma terdiri dari ketentuan yang mengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat. Sifat dari norma adalah mengikat.

Ciri- Ciri dan Fungsi Norma

  • Secara umum tidak tertulis.
  • Merupakan hasil dari kesepakatan.
  • Masyarakat merupakan pendukung yang menaatinya.
  • Melanggar norma sosial mendapatkan sanksi atau hukuman.
  • Menyesuaikan dengan perubahan sosial sehingga dapat dikatakan bahwa norma sosial dapat
  • mengalami perubahan.
  • Dibuat secara sadar.

Adapun fungsi norma sebagaimana yang tertulis dalam laman Bola.com, sebagai berikut:

  • Bisa mencegah terjadinya benturan kepentingan masyarakat
  • Dapat menciptakan kehidupan masyarakat menjadi aman, tenteram, dan tertib.
  • Memberi petunjuk atau pedoman bagi setiap individu dalam menjalani kehidupan di masyarakat.
  • Membantu mencapai tujuan bersama dalam masyarakat.
  • Mengatur tingkah laku masyarakat agar sesuai nilai yang berlaku.
  • Memberikan batasan, yaitu berupa larangan atau perintah dalam berperilaku dan bertindak.
  • Memaksa individu dalam menyesuaikan dan beradaptasi dengan normanorma yang berlaku yang ada dalam masyarakat serta menyerap nilai-nilai yang diharapkan.

Macam- Macam Norma

Melansir dari laman Bola.com, norma dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok sebagai berikut.

1. Norma Agama

Norma agama diyakini bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Isi dari norma ini berupa perintah, ajaran, dan larangan. adapun, sanksi dari norma agama berupa dosa dengan balasan di akhirat.

2. Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan bersumber dari hati nurani manusia. Norma kesusilaan mendorong manusia untuk berbuat baik dan menghindari tindakan-tindakan buruk.

Adapun, pelanggar norma ini akan mendapatkan sanksi berupa penyesalan, dicemooh, bahkan dikucilkan dari masyarakat.

3. Norma Kesopanan

Norma kesopanan berpegang pada beberapa hal, seperti kebiasaan, kepantasan, kepatutan yang berlaku di masyarakat. Norma sosial terbentuk dari adanya pergaulan manusia. Ia bersumber dari kebiasaan, adat istiadat, budaya, dan nilai-nilai masyarakat.

Norma kesopanan mendorong setiap individu untuk berbuat baik meskipun tidak berasal dari hati nuraninya. Namun, hanya sebatas menghargai orang lain dalam pergaulan sosial.

Norma Hukum

Norma hukum berasal dari negara atau pemerintah yang diatur dalam undang-undang. Norma hukum memiliki sifat memaksa untuk melindungi kepentingan dalam pergaulan hidup di masyarakat. Norma hukum juga dijadikan sebagai pelengkap norma-norma lain dengan sanksi nyata, tegas, memaksa, dan mengikat, seperti penjara dan denda.

Hubungan Norma dan Nilai Sosial

Hubungan norma dan nilai sosial tidak dapat dipisahkan. Keduanya bagai dua mata sisi uang yang tidak dapat dipisahkan. Jika nilai dianggap sebagai hal yang baik, diinginkan, dicita-citakan, dan dianggap penting oleh masyarakat.

Kemudian, norma dianggap sebagai kaidah atau aturan yang disepakati masyarakat dan memberi pedoman bagi perilaku supaya anggotanya ketika mengejar sesuatu yang dianggap baik atau dinginkan itu.

Nilai menjadi sesuatu yang paling dasar. Sifatnya hakiki, intisari, atau makna yang terdalam. Ia berkaitan dengan cita-cita, harapan, keyakinan, dan hal-hal yang sifatnya ideal. Nilai berwujud abstrak, oleh sebab itu dibutuhkan adanya suatu hal yang menjadikannya konkret dan nyata. Maka, norma hadir untuk membentuk nilai menjadi konkret dan nyata.

Aturan-aturan berupa perintah dan larangan terkandung dalam norma yang didasarkan pada suatu nilai yang dalam masyarakat dianggap baik, benar, bermanfaat, dan dijunjung tinggi. Dapat disimpulkan bahwa hubungan norma dengan nilai terletak pada dijadikannya norma sebagai sumber dari seluruh aturan yang memberikan arahan bagi manusia agar harapan-harapannya dapat menjadi kenyataan.

Hubungan nilai dan norma juga terdaoat dalam pembentukan sikap setiap individu dalam kehidupan sosial di lingkungan masyarakat sampai pendidikan dalam segi moralitas. Pada dasarnya, hubungan antara nilai dan norma merupakan sebuah nilai yang dibakukan atau dijadikam standar atau ukuran dalam menentukan kualitas tingkah laku manusia.

Demikian pembahasan Kami mengenai nilai dan norma sosial.

Kamu harus terapkan nilai dan norma sosial dari kecil agar Kamu bisa lebih menghormati orang yang lebih tua.

Semoga membantu dan bermanfaat.

 

 

 

Demikianlah Informkasi Tentang Nilai dan Norma Sosial yang kami Rangkum dan refrensi dari beberapa sumber. Semoga Artikel Nilai dan Norma Sosial Bermanfaat bagi anda.

Tentang Penulis