Mengenal Problem Solving, Metode, Proses dan Contoh, serta Tips Meningkatkan Skill problem Solving

Banyak orang yang mengira bahwa probem solving atau pemecahan masalah adalah suatu skill yang dapat diasah lewat praktik.

Padahal, ini kurang tepat, lho. Meski merupakan bagian dari soft skill, Kamu bisa belajar penyelesaian persoalan layaknya hard skill. Kira kira, mengapa bisa begitu? ketahui jawabanya dengan menyimak penjelasan problem solving dibawah ini.

Apa Itu Skill Problem Solving

Seperti namanya, problem solving adalah kemampuan untuk mencari solusi atas segala halangan dari tujuanmu. Semakin baik Kamu mengusai skill ini, semakin cepat dan efektif pula persoalanmu selesai hal ini juga berlaku sebaliknya.

Metode Proble Solving

1. Brainstorming

Salah satu metoded yang ampuh untuk memecahkan msalah adalah brainstorming. Ketika melakukan brainstorming, Kamu dan rekan kerja mencari solusi kreatif untuk suatu masalah.

Sehingga, metode ini mendorong setiap orang yang terlibat untuk menyampaikan idenya. Setelah terkumpul ide- ide tersebut bisa digabungkan atau diolah menjadi satu solusi utama.

2. 6 Thinking hats

Six thinking hats adalah metode problem solving selanjutnya. Dalam metode ini, Kamu dan rekan kerja silih berganti mencoba menghadapi suatu masalah dari beragam perspektif. Adapun perspektif yang digunakan seperti:

  • Fakta dan data
  • Solusi kreatif.
  • Hal positif dari suatu solusi.
  • Hal negatif dari suatu solusi.

Fakta- fakta tersebut jadi pendorong dan pendukungmu dalam mencari solusi.

3. The 5 Whys

Metode problem solving lain yang bisa kamu gunakan bersama rekan kerja adalah the 5 whys. Dalam metode ini, kamu cukup meng-highlight masalah yang akan dipecahkan.

Lalu, tanyakan pada dirimu dan tim “mengapa” masalah tersebut bisa terjadi. Setelah itu, terus tanyakan “mengapa” atau “why” sebanyak 5 kali.

Namun, pastikan untuk menjawab seluruh pertanyaan dengan objektif. Hal ini dapat membantumu capai akar dari permasalahan yang sedang dihadapi.

4. Lightning Decision Jam

Dalam metode ini, Kamu dan rekan kerja masing-masing menulis tantangan, kekhawatiran, atau kesalahan dalam sebuah catatan kecil.

Kemudian, tim memilih masalah mana yang diselesaikan dan dituntun untuk melihat masalah tersebut dari sudut pandang baru.

Hal ini memungkinkan kamu dan tim untuk membuat solusi dari masalah yang dipilih. Metode ini pun memastikan bahwa proses penyelesaian masalah dilakukan secara terfokus dan teratur.

5. Failure Mode and Effect Analysis

Metode problem solving lain yang bisa kamu gunakan adalah failure mode and effect analysis. Dalam metode ini, kamu dan tim mencoba menganalisis setiap elemen dari strategi bisnis dan memikirkan hal-hal terburuk yang mungkin terjadi.

Hal-hal terburuk seperti kenapa strategimu gagal dan kapan terjadinya menjadi pokok bahasan dari pemecahan masalah dalam metode ini.

Dengan melihat kemungkinan terburuk dan seberapa mungkin hal itu terjadi, Kamu dan tim bisa mencari solusi dari permasalahan tersebut serta mencegahnya.

Proses dan Contoh Problem Solving

Apakah Kamu masih bingung dengan pengertian dari penyelesaian masalah? Tak heran, skill yang satu ini memang abstrak.

Meski begiu, Kamu tak perlu khawatir, Kami sudah merangkum langkah- langkah memecahkan masalahnya. Dengan penjelasan ini, Kamu tentu bisa lebih menggambarkan semuanya.

Ada juga tambahan contoh pemecahan masalah berikut ini agar Kamu makin paham. Untuk contoh masalah ini, langkah- langkahnya adalah:

1. Analisis Situasi

Solusi yang tepat untuk menyasar akar masalah. Oleh karena itu, Kamu wajib tahu akar masalah ini dulu. Dalam tahap ini, kamu membutuhkan skill- skill seperti:

  • Pengumpulan data.
  • Analisi data.
  • Anilisis historis.

Oleh karena itu, dalam konteks ini, Kamu wajib mencari penyebab masalah di toko kue. Misalnya ternyata mesin penggiling adonanmu rusak.

2. Buat Daftar Solusi

Tahap problem solving selanjutnya adalah mencari jalan keluar. Tentiu saja, tiap punya masalah jalan keluar beraneka ragam. Oleh karena itu, daftar dari berbagai kemungkinakan solusi yang ada. Untuk melakukan tahap ini, Kamu butuh kemapuan:

  • Berpikr kreatif.
  • Perencenaaan proyek.
  • Desain proyek.

Untuk masalah di toko kue, alternatif solusinya dalah:

  • Membeli mesin penggiling baru.
  • Mencoba memperbaiki mesin penggiling.
  • Tidak memproduksi roti sama sekali, buat bou kukus saja.
  • Tidak prosuksi bolu kukus, tenaga dan waktu dipakai untuk membuat roti.
  • Membuat roti tanpa mesin penggiling.
  • Dan lain- lain.

3. Pilih Solusi Terbaik

Sudah menuliskan berbagai alternatif solusi? Sekarang, saatnya memilih yang terbaik di antara pilihan itu. Ingat, tiap pilihan punya konsekuensinya masing-masing. Terlebih lagi, kadang kala, kamu tak jadi satu-satunya orang yang membuat keputusan.

Oleh karena itu, dalam tahap problem solving ini, kamu butuh skill:

  • Analisis
  • Diskusi
  • Kerja sama
  • Penentuan prioritas
  • Kita kembali lagi ke contoh pemecahan masalah toko kue. Misalnya, pada hari itu, ada pesanan 50 roti yang
  • Harus selesai hari ini.

Akhirnya, kamu memutuskan untuk mengurangi produksi bolu kukus. Ada tenaga ekstra untuk membuat roti pesanan tanpa mesin penggiling. Ingat, tiap masalah punya konteks yang berbeda-beda. Oleh karena itu, solusi terbaiknya juga berbeda-beda.

Untuk memahami hal ini, Kami akan memberikan contoh tambahan. Misalnya, ternyata, roti yang kemarin masih bersisa. Roti-roti itu juga sangat layak jual.

Kalau begitu, kamu tak perlu membuatnya lagi. Hari ini, fokuskan saja tenaga untuk mengukus bolu-bolu. Itulah mengapa, penting bagimu memahami konteks persoalan.

4. Rancangan Rencana

Sudah punya solusi, waktu ekseskusi. Dalam pelaksanaan ini, Kamu membutuhkan kemampuan:

  • Manajemen proyek.
  • Manajemen waktu.
  • Kolaborasi.

Nah, saat mengurangi produksi bolu kukus, siapa saja yng dipinda ke roti? Berapa waktu yang dibutuhkan?

Karena tidak ada mesin, bekerja di dapur tentu menjadi lebih lelah. Kamu juga harus memikirkan waktu istrahat pegawai.

5. Evaluasi

Saat sudah selesai, coba lakukan evaluasi dari solusimu. Apakah jalan keluar itu sudah benar- benar bekerja? Dalam proses ini, skill yang Kamu butuhkan antara lain:

  • Analis.
  • Komunikasi.
  • Pengumpulan data.

Tips Meningkatkan Skill problem Solving

Nah, sekarang bagaimana cara meningkatkan kemampuan ini? Dirangkum dari beberapa sumber, ini dia tipsnya:

1. Asah Skill Teknis

Ternyata, kemampuan teknikal atau hard skill membuatnya mahir memecahkan masalah,lho. Padahal, problem solving sendiri adalah contoh soft skill. Ternyata, ia tetap tak bisa lepas dari hard skill.

Ini bisa terjadi karena, dengan kemampuan teknikal, Kamu jadi punya teori. Solusi dari masalah pun bisa lebih mudah dirumuskan.

Sekadar ikut kelas selama satu sampai dua jam bisa memperluas wawasanmu, kok. Tak perlu ratusan jam atau bahkan kuliah bertahun-tahun.

2. Cari Kesempatan Baru

Jangan lupa, asah terus kemampuanmu dengan baik dengan praktik di berbagai tempat. Kamu bisa melakukanya dengan mencari:

  • Proyek baru.
  • Tim yang berbeda dengan sekarang.
  • Komunitas atau organisasi di luar tempat kerja.
  • Dan lain- lain.

3. Perhatian Orang Lain

Selain menimpa diri, Kamu juga bisa megamati pemecahan masalah orang lain, lho. Coba perhatikan bagaimana atas atau kolegamu menghadapi persoalan. Siapa tahu, Kamu bisa meniru dan memodifikasi pola pemecahan masalah mereka.

Demikian penjelasan Kami soal apa itu problem solving.
Terus asah skill ini agar kariermu makin berkembanag.
Semoga membantu dan bermanfaat.

 

Demikianlah Informkasi Tentang Mengenal Problem Solving, Metode, Proses dan Contoh, serta Tips Meningkatkan Skill problem Solving yang kami Rangkum dan refrensi dari beberapa sumber. Semoga Artikel Mengenal Problem Solving, Metode, Proses dan Contoh, serta Tips Meningkatkan Skill problem Solving Bermanfaat bagi anda.

Tentang Penulis